Kamis, 08 Oktober 2015

Cerita Unak Unik

Pada tulisan saya kali ini, saya akan menjelaskan mengenai Cerita Unak Unik.

Sebelumnya saya tanya,
Sudah tau, apa itu uneg-uneg ...?

Ya. Masing-masing mempunyai pendapat yang berbeda mengenai uneg-uneg. Unik berarti. Karena yang berbeda itu unik. :)

Tetapi, kalau menurut saya, uneg-uneg itu hal-hal yang dipendam dalam pikiran dan terhalang perasaan sehingga kadang sulit diungkapkan.

Lantas apa kaitannya saya memunculkan istilah cerita unak unik?

Cerita unak unik adalah istilah yang saya buat dalam menulis cerita. Cerita yang muncul dari uneg-uneg saya, dari hal-hal unik yang terjadi disekitar, kemudian saya tuliskan dalam cerita dengan beberapa tambahan hal yang fiktif dan semoga ada inspirasi juga menghibur bagi pembaca.

Nah, Cerita Unak Unik ini bisa dikatakan sebagai unak (uneg) cerita yang muncul dari hal yang saya pendam, dari sesuatu yang saya lihat, namun saya coba tulis dalam bentuk cerita pendek.

Bisa dikatakan unik, karena menurut saya setiap kejadian yang saya lihat itu berbeda.

Oleh karena itu, saya pilih istilah Cerita Unak Unik.

Inilah yang menjadi istilah yang saya buat dalam menulis edisi cerita-cerita pendek, dari fakta yang digabungkan fiktif.

Semoga bisa menghibur dan menginspirasi ... :)

Cerita Unak Unik 1 : Inspirasi Pertama

Ketika saya hendak berangkat kuliah, setelah berpisah dengan kawan saya, commut, saya berjalan menuju halte bus.

Setelah sampai di halte bus, segera saya hampiri kopaja. Kemudian saya naik. Segera saya duduk di salah satu bangku tengah samping kanan kopaja.

Satu per satu penumpang naik hendak menaiki kendaraan yang sama.

Ada satu penumpang yang membuat saya terinspirasi bercerita. Seorang ibu, berambut panjang hitam terurai, alis yang cukup tebal, bibir yang merah merona, ditambah dengan wajah menornya duduk d samping saya.

Setelah kopaja penuh dengan penumpang, tak lama kemudian melaju.

Tiba-tiba ditengah perjalanan, datang pengamen pria berparas wanita alias bencong .. naik. Ia pun mengamen seperti yang dilakukan pengamen pd umumnya. Hanya ciri khas suara tegasnya yang lembut, yang terdengar seiring musik yang ia gunakan dalam mengiringi suaranya.

Seketika ada yg buat saya tersontak, saat ia hendak meminta receh pd penumpang dan mendekat pada barisan tempat saya duduk, kemudian berbalik ke arah saya duduk dan ia berkata pada ibu yang berada disebelah saya,

" Tante, ihh .. Ini berondongnya yee cyiiin?? " ..

Saya pun menahan ketawa, karna geli mendengarnya. :D

#Mui_dam

Commut, Kereta Kini Kawan Setia

Kereta rel listrik adalah perkembangan dan kemajuan dalam bidang otomotif, sejak pertama digunakannya kereta api yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, hingga kereta api yang menggunakan diesel sebagai penggeraknya.

Kereta merupakan sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan jasa angkutan umum dengan jarak yang cukup relatif jauh.

Selama saya tetap tinggal di Bogor, saya melihat banyak hal yang berubah dari jasa perkeretaapian Jabodetabek.

PT KAI sebagai penyedia layanan perkeretaapian Jabodetabek telah mengalami perubahan yang cukup baik. Dimulai dari pelayanan tiket, keamanan dan kenyamanan fasilitas, gerbong kereta yang lebih baik, penambahan jumlah kereta, serta penertiban penumpang untuk masuk peron stasiun dengan menggunakan sistem e-ticket.

Ketika saya masih kecil dahulu, pernah mengenal adanya kereta ekonomi dan kereta express/pakuan.

Kereta sederhana dengan keterbatasan keamanan yang pernah diceritakan ayah saya, telah mengalami berbagai kejadian yang cukup kurang baik.

Dari adanya lemparan batu dan ketidakteraturannya penumpang yang masuk area peron stasiun hingga mengisi gerbong-gerbong kereta.

Karyawan, pekerja, guru, siswa, pedagang, pengemis, masyarakat umum, bahkan pencopet menjadi penumpang yang sudah biasa kala itu.

Desakan dan dorongan tiap penumpang tidak menjadi emosi satu dengan yang lainnya, kesabaran harus tetap menjadi prioritas utama ketika berada dalam sesaknya isi gerbong kereta.

Hal ini sudah tidak menjadi keanehan. Tidak pernah berubah. Karena seiring berjalan waktu, akan semakin terjadi pertambahan penduduk diiringi dengan adanya jumlah kebutuhan orang menggunakan jasa angkutan sehari-hari yang relatif jauh, namun terbilang murah dan cukup baik, hingga saat ini.

...

Pernah saya menggunakan jasa kereta untuk berlibur bersama keluarga, tiga - empat kali menjadi hal ketertarikan ketika masih kanak-kanak.

Berbeda dengan ayah, yang setiap hari pulang pergi bogor-jakarta selama ±10 tahun untuk bekerja.

Meskipun sudah terbiasa bagi ayah, tapi tetap ada perasaan simpati yang terlintas dalam benak saya. Khawatir jika suatu hal yang tidak baik terjadi, sebab dari kejadian-kejadian yang pernah diceritakan ayah pada saya.

Namun, perkembangan dan kemajuan teknologi membawa perubahan yang cukup baik.

KRL kini telah berubah menjadi commuter line. Perkembangan kereta seiring dengan  usia, kini mengalami perubahan.

Saya yang menjadi mahasiswa, kini krl menjadi commuter line.

Bogor tetap jd tempat saya tinggal, namun Jakarta sekarang menjadi tempat saya mencari ilmu dan pengalaman.

Nah, si Commut ini yang menjadi teman hari-hari untuk menemani saya pergi menimba ilmu.

Hampir setiap saya bersamanya berhenti di beberapa stasiun, semakin saya sering hafal tempat dimana dia berhenti.

Dia lha commut, si kereta yang kini menjadi kawan bagi saya. Kereta dengan fasilitas yang lebih baik dan aman daripada kereta yang pernah saya dengar cerita kejadian-kejadian tidak baiknya.

Walaupun desakan dan dorongan penumpang selalu ada, tak jadi halangan saya mencari ilmu dan pengalaman.

Karena Commut, setia menemani perjalanan saya.

Kereta yang Kini menjadi Kawan Setia. 

Minggu, 04 Oktober 2015

Introduksi Singkat Blogger

Perkenalkan nama saya Muhamad Idham biasa dipanggil Idham atau Idam, juga Dam. Saya lahir di Kota Bogor, tepatnya pada tanggal 23 Mei 1997, pukul 20.00 di salah satu rumah sakit yang berada di Bogor.

Usia saya sekarang 18 tahun. Saat ini, saya sebagai mahasiswa yang sedang fokus perkuliahan di salah satu kampus swasta yang cukup terkenal dan saya banggakan yaitu ABFII/IKPIA PERBANAS link dengan program studi S1 SISTEM INFORMASI Angkatan 2015.

Saya juga termasuk lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di kota Bogor dengan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) lulusan tahun 2015.

Motto hidup saya yaitu

" SABISA-BISA APALAH-APALAH KUDU BISA, PASTI BISA NGUDAG RAIH 2C-NA, 3T-NA, JEUNG SA-IMNA ",

yang maksudnya yaitu setiap hal apapun, harus bisa diusahakan dalam berproses secara maksimal untuk menggapai 2 cita-cita, 3 tujuan, dan 1 impian.

Dari profil singkat, pindah ke hobi. Ini merupakan bagian dari proses untuk menjalankan motto dalam hidup saya, yang saya jadikan rutinitas secara berkala.

Salah satu hobi saya yaitu membaca. Membaca merupakan bagian dari hidup, mungkin. Namun tidak semua buku yang disukai yang menjadi favorit. Buku yang menjadi favorit yaitu buku-buku seperti karangan fiksi, novel, komik, dan ensiklopedia. 

Kenapa itu yang menjadi favorit saya? karena itu jenis buku yang mudah dipahami bagi saya, di bandingkan dengan yang lain. Menurut saya perlu adanya tingkat fokus dan pemahaman yang cukup tinggi.

Selain membaca, jogging merupakan hobi rutinitas saya setiap minggu satu-dua kali. Namun jogging bukan hobi rutinitas yang saya fokuskan, hanya sekedar kebutuhan penyegaran dan kesehatan jasmani. Saat ini saya berniat memunculkan hobi baru yaitu menulis.

Ketika membaca pernah saya terpikir kalau saya sedang menikmati ilmu sekaligus karya orang lain. Kenapa saya tidak mencoba menulis karya sendiri? agar orang lain dapat menikmati karya yang saya buat. Ini menjadi pilihan yang saya buat dan tekuni sekarang, untuk membuat tulisan dan melatih keterampilan menulis.

Menulis sebenarnya hal yang yang mudah, namun sulit melakukannya bukan? terus?

Apa yang mudah? sudah pasti caranya. Hanya menuangkan yang ada dipikiran dalam bentuk kata, yang disusun menjadi sebuah frasa dan klausa, kemudian menjadi kalimat, lalu menjadi paragraf, berakhir menjadi sebuah wacana/topik.

Sulitnya? Menuliskan kata dan bahasa yang tepat, kalimat yang tersusun padu, dan paragraf yang membuat unik dan menarik. Saya akui itu yang pernah saya rasakan.

Tapi pernahkah terpikir apa yang sebenarnya membuat sulit? Mungkin 2 hal ini yang besar menjadi alasannya :

" Malas dan tidak terbiasa, atau bahkan tidak menyenangkan dan tak bermanfaat "

Hal tersebut biasa menjadi tantangan terbesar bagi pemula yang ingin menulis, termasuk saya. Sebesar apapun tantangan, akan menjadi kepuasan tersendiri jika bisa menyelesaikannya.

Tiada salah menikmati karya tulis orang lain dan tiada salah membuat karya tulis sendiri. Jangan pernah lelah untuk berusaha terhadap sesuatu yang bernilai positif dan jangan mudah menyerah ketika sejuta tantangan yang datang.

Selamat datang di blog
ANAK SISI GILA INSPIRATIF!

Semoga tulisan-tulisan yang saya jadikan hobi ini bisa menjadi hal yang menginspirasi pembaca dari pengalaman yang saya komunikasikan lewat tulisan.

Nantikan karya tulis saya berikutnya..
Salam. Blogger

Info lebih lanjut : idhammuhammad23@gmail.com / FB
Kontak lain, silahkan inbox. :)

Sabtu, 13 Juni 2015

Kelangkaan Sumber Daya dan Skala Prioritas Kebutuhan

  Manusia terus berupaya memenuhi berbagai kebutuhannya. Namun, manusia harus menghadapi suatu masalah dimana kemampuan untuk memenuhi kebutuhan serta alat pemenuhan kebutuhan amat terbatas. Dengan demikian, manusia harus bertindak bijaksana dan hati-hati dalam mengelola sumber daya yang ada.

  Berikut maksud dari kelangkaan itu sendiri ...

KELANGKAAN

  Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang beranekaragam dan selalu bertambah, maka diperlukan penciptaan alat pemenuhan kebutuhan yaitu berupa barang dan jasa. Alat pemenuh kebutuhan ini relatif terbatas (langka).

  Dikatakan langka karena alat pemenuh kebutuhan yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan manusia, atau secara singkat dapat dikatakan bahwa kebutuhan yang banyak dan alat pemuas kebutuhan yang sedikit/tak mencukupi. Kelangkaan ini yang menjadi inti dari masalah ekonomi.

 Kelangkaan mengandung dua pengertian, yaitu:
  1. Langka berarti alat pemenuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
  2. Langka berarti untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan lebih/yang lain.
  
  Permasalahan tentang kelangkaan tidak hanya dihadapi setiap rumah tangga tetapi dihadapi setiap orang, perusahaan, masyarakat, atau negara. Masalah kelangkaan meruapakan masalah bagaimana orang dapat memenuhi kebutuhan hidup yang banyak dan beraneka ragam dengan sumber daya yang terbatas. 

  Kelangkaan dapat diatasi dengan melakukan budidaya ekonomi. Artinya, kelangkaan diatasi dengan cara berekonomi yang berencana dan sungguh-sungguh untuk mengatasi kelangkaan itu. Untuk itu, kita harus bertindak ekonomis. Bertindak ekonomis artinya dalam menggunakan barang dan jasa harus berhati-hati. Dengan kata lain, harus mendayagunakan sumber daya yang ada secara hemat dengan memerhatikan waktu dan urutan penggunaanya.

SKALA PRIORITAS

  Untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan selalu bertambah terus, dengan alat pemenuh kebutuhan atau sumber daya yang relatif langka, maka perlu dicari strategi yang tepat. Strageti yang dapat dilakukan adalah dengan cara menyusun skala prioritas kebutuhan. 

  Skala prioritas kebutuhan merupakan urutan kebutuhan yang disusun berdasarkan urutan pentingnya kebutuhan. Dengan menyusun skala prioritas kebutuhan, orang/rumah tangga dapat mengetahui kebutuhan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan mana yang harus ditangguhkan.

  Dengan mengetahui urutan kebutuhan (mana yang lebih penting dan mana yang kurang penting) maka alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas adanya dapat dialokasikan secara tepat. Artinya, dengan alat pemuas yang terbatas dapat dicapai kebutuhan yang paling optimal.

  Contoh:
  Setip minggu kalian diberi uang saku dari orang tua Rp 30.000,00. Setiap minggu mempunyai kebutuhan :
  1. Biaya transportasi
  2. Jajan
  3. Fotokopi
  4. Beli buku tulis
  5. Tabungan
  Dari uang saku sebesar Rp 30.000,00 itu, akan digunakan untuk kebutuhan yang mana terlebih dahulu agar tercapai kepuasan maksimal? Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengurutkan kebutuhan dari yang paling pokok sampai kebutuhan yang kurang pokok dengan cara memberi nomor urut. Selanjutnya, kebutuhan yang menjadi urutan pertama kita penuhi terlebih dahulu baru seterusnya.

  Berikut dua contoh jawabannya.
  
  Contoh 1:
  Uang saku Rp 30.000,000 digunakan untuk memenuhi kebutuhan:
  1. Biaya transportasi Rp 15.000,00
  2. Fotokopi Rp 2.500,00
  3. Beli buku tulis Rp 2.500,00
  4. Jajan Rp 7.500,00
  5. Tabungan Rp 2.500,00
  Contoh 2:
  Uang saku Rp 30.000,00 digunakan untuk memenuhi kebutuhan:
  1. Biaya transportasi Rp 15.000,00
  2. Jajan Rp 15.000,00
  Dari kedua contoh jawaban tersebut, tentunya akan lebih baik dengan pilihan contoh 1, karena contoh 1 dapat memberi manfat yang lebih banyak dibandingkan dengan contoh 2. Menurut contoh 1, uang saku digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang penting. Sementara itu, contoh 2 uang saku sebagian besar digunakan untuk jajan yang sebenarnya kebutuhannya dapat perlu ditangguhkan .

  Bagaimana cara memilih penggunaan alat pemuas kebutuhan hingga tercapai kepuasan maksimal, masing-masing mempunyai jawaban berbeda dari tiap individu. Hanya bagaimana kita menyikapinya. 

  Mulai hemat dalam penggunaan sumber daya yang ada, utamakan kebutuhan pokok dan jangan berlebihan agar kelangkaan tidak selalu terjadi dan dapat diminimalkan.