Kamis, 08 Oktober 2015

Commut, Kereta Kini Kawan Setia

Kereta rel listrik adalah perkembangan dan kemajuan dalam bidang otomotif, sejak pertama digunakannya kereta api yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, hingga kereta api yang menggunakan diesel sebagai penggeraknya.

Kereta merupakan sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan jasa angkutan umum dengan jarak yang cukup relatif jauh.

Selama saya tetap tinggal di Bogor, saya melihat banyak hal yang berubah dari jasa perkeretaapian Jabodetabek.

PT KAI sebagai penyedia layanan perkeretaapian Jabodetabek telah mengalami perubahan yang cukup baik. Dimulai dari pelayanan tiket, keamanan dan kenyamanan fasilitas, gerbong kereta yang lebih baik, penambahan jumlah kereta, serta penertiban penumpang untuk masuk peron stasiun dengan menggunakan sistem e-ticket.

Ketika saya masih kecil dahulu, pernah mengenal adanya kereta ekonomi dan kereta express/pakuan.

Kereta sederhana dengan keterbatasan keamanan yang pernah diceritakan ayah saya, telah mengalami berbagai kejadian yang cukup kurang baik.

Dari adanya lemparan batu dan ketidakteraturannya penumpang yang masuk area peron stasiun hingga mengisi gerbong-gerbong kereta.

Karyawan, pekerja, guru, siswa, pedagang, pengemis, masyarakat umum, bahkan pencopet menjadi penumpang yang sudah biasa kala itu.

Desakan dan dorongan tiap penumpang tidak menjadi emosi satu dengan yang lainnya, kesabaran harus tetap menjadi prioritas utama ketika berada dalam sesaknya isi gerbong kereta.

Hal ini sudah tidak menjadi keanehan. Tidak pernah berubah. Karena seiring berjalan waktu, akan semakin terjadi pertambahan penduduk diiringi dengan adanya jumlah kebutuhan orang menggunakan jasa angkutan sehari-hari yang relatif jauh, namun terbilang murah dan cukup baik, hingga saat ini.

...

Pernah saya menggunakan jasa kereta untuk berlibur bersama keluarga, tiga - empat kali menjadi hal ketertarikan ketika masih kanak-kanak.

Berbeda dengan ayah, yang setiap hari pulang pergi bogor-jakarta selama ±10 tahun untuk bekerja.

Meskipun sudah terbiasa bagi ayah, tapi tetap ada perasaan simpati yang terlintas dalam benak saya. Khawatir jika suatu hal yang tidak baik terjadi, sebab dari kejadian-kejadian yang pernah diceritakan ayah pada saya.

Namun, perkembangan dan kemajuan teknologi membawa perubahan yang cukup baik.

KRL kini telah berubah menjadi commuter line. Perkembangan kereta seiring dengan  usia, kini mengalami perubahan.

Saya yang menjadi mahasiswa, kini krl menjadi commuter line.

Bogor tetap jd tempat saya tinggal, namun Jakarta sekarang menjadi tempat saya mencari ilmu dan pengalaman.

Nah, si Commut ini yang menjadi teman hari-hari untuk menemani saya pergi menimba ilmu.

Hampir setiap saya bersamanya berhenti di beberapa stasiun, semakin saya sering hafal tempat dimana dia berhenti.

Dia lha commut, si kereta yang kini menjadi kawan bagi saya. Kereta dengan fasilitas yang lebih baik dan aman daripada kereta yang pernah saya dengar cerita kejadian-kejadian tidak baiknya.

Walaupun desakan dan dorongan penumpang selalu ada, tak jadi halangan saya mencari ilmu dan pengalaman.

Karena Commut, setia menemani perjalanan saya.

Kereta yang Kini menjadi Kawan Setia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar