Sabtu, 13 Juni 2015

Kelangkaan Sumber Daya dan Skala Prioritas Kebutuhan

  Manusia terus berupaya memenuhi berbagai kebutuhannya. Namun, manusia harus menghadapi suatu masalah dimana kemampuan untuk memenuhi kebutuhan serta alat pemenuhan kebutuhan amat terbatas. Dengan demikian, manusia harus bertindak bijaksana dan hati-hati dalam mengelola sumber daya yang ada.

  Berikut maksud dari kelangkaan itu sendiri ...

KELANGKAAN

  Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang beranekaragam dan selalu bertambah, maka diperlukan penciptaan alat pemenuhan kebutuhan yaitu berupa barang dan jasa. Alat pemenuh kebutuhan ini relatif terbatas (langka).

  Dikatakan langka karena alat pemenuh kebutuhan yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan manusia, atau secara singkat dapat dikatakan bahwa kebutuhan yang banyak dan alat pemuas kebutuhan yang sedikit/tak mencukupi. Kelangkaan ini yang menjadi inti dari masalah ekonomi.

 Kelangkaan mengandung dua pengertian, yaitu:
  1. Langka berarti alat pemenuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
  2. Langka berarti untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan lebih/yang lain.
  
  Permasalahan tentang kelangkaan tidak hanya dihadapi setiap rumah tangga tetapi dihadapi setiap orang, perusahaan, masyarakat, atau negara. Masalah kelangkaan meruapakan masalah bagaimana orang dapat memenuhi kebutuhan hidup yang banyak dan beraneka ragam dengan sumber daya yang terbatas. 

  Kelangkaan dapat diatasi dengan melakukan budidaya ekonomi. Artinya, kelangkaan diatasi dengan cara berekonomi yang berencana dan sungguh-sungguh untuk mengatasi kelangkaan itu. Untuk itu, kita harus bertindak ekonomis. Bertindak ekonomis artinya dalam menggunakan barang dan jasa harus berhati-hati. Dengan kata lain, harus mendayagunakan sumber daya yang ada secara hemat dengan memerhatikan waktu dan urutan penggunaanya.

SKALA PRIORITAS

  Untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan selalu bertambah terus, dengan alat pemenuh kebutuhan atau sumber daya yang relatif langka, maka perlu dicari strategi yang tepat. Strageti yang dapat dilakukan adalah dengan cara menyusun skala prioritas kebutuhan. 

  Skala prioritas kebutuhan merupakan urutan kebutuhan yang disusun berdasarkan urutan pentingnya kebutuhan. Dengan menyusun skala prioritas kebutuhan, orang/rumah tangga dapat mengetahui kebutuhan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan mana yang harus ditangguhkan.

  Dengan mengetahui urutan kebutuhan (mana yang lebih penting dan mana yang kurang penting) maka alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas adanya dapat dialokasikan secara tepat. Artinya, dengan alat pemuas yang terbatas dapat dicapai kebutuhan yang paling optimal.

  Contoh:
  Setip minggu kalian diberi uang saku dari orang tua Rp 30.000,00. Setiap minggu mempunyai kebutuhan :
  1. Biaya transportasi
  2. Jajan
  3. Fotokopi
  4. Beli buku tulis
  5. Tabungan
  Dari uang saku sebesar Rp 30.000,00 itu, akan digunakan untuk kebutuhan yang mana terlebih dahulu agar tercapai kepuasan maksimal? Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengurutkan kebutuhan dari yang paling pokok sampai kebutuhan yang kurang pokok dengan cara memberi nomor urut. Selanjutnya, kebutuhan yang menjadi urutan pertama kita penuhi terlebih dahulu baru seterusnya.

  Berikut dua contoh jawabannya.
  
  Contoh 1:
  Uang saku Rp 30.000,000 digunakan untuk memenuhi kebutuhan:
  1. Biaya transportasi Rp 15.000,00
  2. Fotokopi Rp 2.500,00
  3. Beli buku tulis Rp 2.500,00
  4. Jajan Rp 7.500,00
  5. Tabungan Rp 2.500,00
  Contoh 2:
  Uang saku Rp 30.000,00 digunakan untuk memenuhi kebutuhan:
  1. Biaya transportasi Rp 15.000,00
  2. Jajan Rp 15.000,00
  Dari kedua contoh jawaban tersebut, tentunya akan lebih baik dengan pilihan contoh 1, karena contoh 1 dapat memberi manfat yang lebih banyak dibandingkan dengan contoh 2. Menurut contoh 1, uang saku digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang penting. Sementara itu, contoh 2 uang saku sebagian besar digunakan untuk jajan yang sebenarnya kebutuhannya dapat perlu ditangguhkan .

  Bagaimana cara memilih penggunaan alat pemuas kebutuhan hingga tercapai kepuasan maksimal, masing-masing mempunyai jawaban berbeda dari tiap individu. Hanya bagaimana kita menyikapinya. 

  Mulai hemat dalam penggunaan sumber daya yang ada, utamakan kebutuhan pokok dan jangan berlebihan agar kelangkaan tidak selalu terjadi dan dapat diminimalkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar